Selasa, 13 Desember 2016

Nyanyian Kebodohan Sendu






Gelap gulita menyandra mata
Mendorong penglihatan ,memaksa sudut pandang bekerja
Jerit malam menyakitkan pendengaran,yang berusaha menulikan bunyi dan dendangan apa saja
Dia,melangkah terseok-seok
Mengejar bayangan mimpi yang terlihat dekat
Berpegangan dengan peluh yang tersenyum ejek mengatakan bayangan semu
Namun,semilir angin menyampaikan pesan pendukung
            Ngeri,itulah yang mampu mewakili saat bayangan itu semakin habis
            Langka dipercepat menjadi keong
            Tangis tak lagi terurai,kematian yang tinggal memimpin
Menuntutu kebodohan yang didaftar di awal
Sesal,sudah lebih dulu termakan oleh bayang kehancuran
Hanya tinggal satu butir debu shine
Apakah akan berguna?
Hidup di depan jauh lebih panjang dari hanya sekedar kesenangan
Bentangan di bawah lindungan hiruk pikuk kendaraan tersenyum cerah
Bersedia menerima,kelak ketika kehampaan melanda
            Ini,adalah salah satu dari segenggam garam yang mencoba menabur asin
            Yang terabaikan dan tertumpuk bersama banyaknya lalat
            Ketika kesal datang,kamu akan mengoreknya
            Mencari di semua sudut dan diam terpaku bahwa omong kosong menjadi nyata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar