Gelap
gulita menyandra mata
Mendorong
penglihatan ,memaksa sudut pandang bekerja
Jerit
malam menyakitkan pendengaran,yang berusaha menulikan bunyi dan dendangan apa
saja
Dia,melangkah
terseok-seok
Mengejar
bayangan mimpi yang terlihat dekat
Berpegangan
dengan peluh yang tersenyum ejek mengatakan bayangan semu
Namun,semilir
angin menyampaikan pesan pendukung
Ngeri,itulah yang mampu mewakili
saat bayangan itu semakin habis
Langka dipercepat menjadi keong
Tangis tak lagi terurai,kematian
yang tinggal memimpin
Menuntutu kebodohan yang didaftar di awal
Sesal,sudah
lebih dulu termakan oleh bayang kehancuran
Hanya
tinggal satu butir debu shine
Apakah
akan berguna?
Hidup
di depan jauh lebih panjang dari hanya sekedar kesenangan
Bentangan
di bawah lindungan hiruk pikuk kendaraan tersenyum cerah
Bersedia
menerima,kelak ketika kehampaan melanda
Ini,adalah salah satu dari segenggam
garam yang mencoba menabur asin
Yang terabaikan dan tertumpuk
bersama banyaknya lalat
Ketika kesal datang,kamu akan mengoreknya
Mencari di semua sudut dan diam
terpaku bahwa omong kosong menjadi
nyata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar